Senin, 21 November 2011

Drama Menegangkan di Semifinal Sepak Bola SEA Games XXVI

Sabtu (19/11/2011) adalah hari yang menegangkan bagi sebagian masyarakat Indonesia yang berkonsentrasi terhadap ajang SEA Games XXVI Jakarta-Palembang. Dari mulai siang hari, kita disuguhkan partai-partai final cabang bulutangkis yang begitu ketat dan seru, yang kemudian ditutup dengan manis oleh Simon Santoso pada laga tunggal putra menghadapi pemain Thailand, Tanongsak. Namun ketegangan lain yang lebih besar belumlah usai, yaitu pertarungan kesebelasan Garuda Muda bertanding di semifinal menghadapi Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Apalagi dua hari sebelumnya, tim kita gagal memuncaki klasemen Grup A usai ditundukkan Harimau Malaya 0-1, membuat keyakinan banyak pihak mulai menyurut terhadap kehebatan tim nasional U-23 kita. Dengan menyandang gelar runner-up Grup A dan harus menghadapi sebuah tim tangguh yang sekaligus juara Grup B, tentunya membuat kita semua waswas dan bimbang, takut tragedi piala AFF 2010 terulang kembali, dimana timnas senior kita “terpeleset” di saat-saat terpenting.

Sementara itu beberapa jam sebelumnya, Malaysia, sang juga juara bertahan sepak bola SEA Games XXV di Laos, yang sekaligus mematahkan ambisi kita menjadi tim tak terkalahkan, berhasil lolos lebih dulu ke partai puncak setelah mengalahkan runner-up grup B, Myanmar dengan skor tipis 1-0. Di luar dugaan, Myanmar yang disebut-sebut sebagai tim terlemah di semifinal justru tampil menawan dan sangat sulit ditaklukan oleh Harimau Malaya. Malaysia baru bisa membobol gawang Myanmar pada menit 85’ lewat gol Fakhri. Partai final sepakbola akan berlangsung pada hari Senin (21/11/2011) usai laga perebutan tempat ketiga, sehari sebelum pesta penutupan SEA Games XXVI akan dilangsungkan.

Berikut kronologi kedua pertandingan semifinal SEA Games XXVI selengkapnya.

Semifinal pertama : Malaysia Vs Myanmar
Myanmar langsung mengambil inisiatif penyerangan ke pertahanan Malaysia di menit-menit awal pertandingan. Lewat 20 menit, Malaysia mulai mengimbangi permainan Myanmar, didukung oleh kapten tim Baddrol Bakhtiar, lini tengah menjadi milik mereka. Pemain Myanmar terus mencoba memberi ancaman terhadap pertahanan Malaysia, namun barisan bek Malaysia yang juga ikut mengantarkan Malaysia juara Piala AFF 2010 lalu, terlalu sulit ditembus, hingga babak pertama hasil masih imbang tanpa gol.


Memasuki babak kedua, inisiatif penyerangan menjadi milik Malaysia, namun Myanmar tidak mau mengalah begitu saja, dengan kondisi yang lebih bugar karena recovery yang lebih lama, mereka tetap ngotot meladeni permainan Malaysia. Sayangnya, Myanmar tidak mempunyai pola yang jelas, sementara Harimau Malaya yang lebih berpengalaman, lebih efisien dalam mengontrol dan mengalirkan bola. Pergantian pemain yang dilakukan Malaysia membuahkan hasil, Ramlan Izzaq Faris yang menggantikan Syahrul Azwari, memberikan andil atas terciptanya gol Malaysia di menit 85’. Berawal dari penetrasi dari kanan pertahanan Myanmar, Izzaq melakukan umpan terarah ke jantung pertahanan Myanmar, sementara Fakhri yang tidak terkawal oleh bek Myanmar dengan tenang melakukan tendangan yang tak mampu dihalau kiper Myanmar. Skor tipis ini bertahan hingga usai pertandingan.

Semifinal kedua : Vietnam vs Indonesia
Vietnam yang menjadi juara grup B tampaknya telah siap meladeni Garuda Muda yang didukung ribuan suporter tuan rumah yang telah “memerahkan” stadion dengan gegap gempita. Begitu wasit dari Korea Selatan meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, para pemain Vietnam langsung melakukan gebrakan ke jantung pertahanan Indonesia, dikomandoi kapten tim Pham Than Luong, Vietnam melakukan permainan cepat yang menjadi ciri khasnya selama ini, tapi Indonesia tak kalah sigap dan cepat, baru menit ke 3’, akibat permainan cepat Indonesia, pemain Vietnam melakukan pelanggaran keras yang berakibat kartu kuning.

Tak kurang tiga peluang gol yang diciptakan pemain Indonesia, dari Titus Bonai, Okto, dan Patrick Wanggai, namun masih berhasil dimentahkan penjaga gawang Vietnam, Tran Buu Ngoc, sayangnya momen penyerangan Garuda Muda terhenti sekitar 6-7 menit setelah kiper Vietnam mengalami cedera leher akibat salah jatuh.


Begitu pertandingan dilanjutkan, pemain Garuda Muda yang dikomandoi kapten Egi Melgiansyah semakin dominan, Patrick Wanggai hampir saja membawa Indonesia unggul, berhasil mengecoh beberapa pemain Vietnam, namun bola akhirnya bisa direbut bek Vietnam. Sampai babak pertama usai skor masih tanpa gol.

Babak kedua baru mulai, Titus Bonai pemain asal Papua, berhasil mencuri bola dari kaki pemain Vietnam melakukan solo run, tinggal berhadapan dengan kiper, namun tendangannya masih melebar.

Pada menit 60’ seisi stadion terasa bergemuruh setelah Patrick Wanggai berhasil menjebol jala kiper Vietnam. Tendangan bebas yang dilakukan Patrick Wanggai membentur kaki pagar hidup pemain Vietnam bola bergulir menuju sudut kiri tiang gawang Tran Buu Ngoc.

Tertinggal 1 gol, para pemain Vietnam berusaha meningkatkan tempo permainan untuk menyamakan kedudukan, namun selalu digagalkan oleh barisan pertahanan Indonesia. Pemain Vietnam juga mencoba melakukan tendangan jarak jauh, namun upaya tersebut tetap kurang efektif.


Para suporter akhirnya lebih tenang kala Titus Bonai berhasil mencebol gawang Vietnam pada menit ke 89’. Dengan menggiring bola sendirian dan melakukan tendangan keras yang membentur bek Vietnam dan bola melayang diatas kiper Tran Buu. Hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor tak berubah yaitu 2-0 untuk Indonesia sekaligus mengantarkan Vietnam untuk berebut medali perunggu dengan Myanmar.

0 komentar:

Posting Komentar

Komentari walau dengan sedikit kata. Jika ingin menambahkan icon smiley, ketik karakter seperti yang tertera di samping kanan icon yang mewakili perasaan anda.

Artikel Popular

Arsip

detikcom

Peringkat Alexa