Sabtu, 31 Desember 2011

Indonesia Selection vs LA Galaxy


Di penghujung November 2011, Indonesia mendadak "demam" David Beckham, kenapa bisa terjadi? Padahal Beckham sudah pensiun dari tim nasional Inggris, dan tak lagi memperkuat klub besar di liga-liga Eropa. Ternyata suami Victoria ini adalah salah satu pemain dari klub asal Amerika Serikat (AS) LA Galaxy. Indonesia termasuk salah satu negara yang diagendakan LA Galaxy dalam Tour pra musim 2011-nya. Telah disepakati yang akan menjajal kemampuan tim asal Los Angeles  ini adalah tim nasional Indonesia Selection yang merupakan gabungan dari timnas senior dan tim U-23 SEA Games XXVI. Laga persahabatan digelar Rabu (30/11/1201-red) di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.


Selain Beckham, LA Galaxy menurunkan seluruh pemain terbaiknya semisal Landon Donovan, Robbie Keane, dan Juninho. Tim Indonesia Selection sendiri diarsiteki oleh coach Rahmad Darmawan yang dinilai sukses membawa Indonesia meraih medali perak SEA Games XXVI lalu.


Sejak peluit pertandingan dibunyikan tim Indonesia Selection langsung melakukan serangan. Target “bermain dengan hati dan menang“ yang ditetapkan oleh sang pelatih Rahmad Darmawan membuat para pemain tim Indonesia Selection gencar memburu gol sejak menit-menit awal. Beberapa peluang pun sempat tercipta untuk tim Indonesia Selection, namun sayang serangan demi serangan yang dilakukan belum mampu menciptakan gol. "Tusukan" Andik dari sisi kanan berhasil mengecoh bek LA Galaxy untuk memberi umpan kepada Patrich Wanggai, namun sayang tendakan Wanggai dapat dibaca kiper Josh Saunders. Ancaman lain datang berturut-turut dari Egi Melgiansyah dan Wanggai kembali, namun bola melebar dan melambung di atas gawang.


Tim LA Galaxy yang menurunkan para pemain bintangnya sejak menit awal cenderung bermain lebih santai. Nampaknya tim LA Galaxy lebih memilih untuk bermain perlahan tapi pasti. Hal ini terbukti dengan gol yang tecipta dari kaki Robbie Keane di menit 13. Berawal dari umpan silang Mike Magee yang menciptakan kemelut di depan gawang tim Indonesia yang dikawal kiper Andritany Ardhiyasa, Keane yang berdiri bebas langsung menyambar bola ke gawang dan gagal dihalau oleh Andritany. Gol 1-0 untuk LA Galaxy.


Setelah terciptanya gol tersebut tempo pertandingan menjadi lebih lamban. Tim Indonesia  tampak melakukan penyerangan dengan tempo yang lebih rendah dari sebelumnya. Tim LA Galaxy berpeluang memggandakan keunggulan lewat kaki Sean Franklin namun sayang membentur tiang gawang, sedangkan bola rebound yang langsung disambar Adam Cristman digagalkan oleh kokohnya penjagaan Andritany. Hingga turun minum, skor tetap tidak berubah 1-0 untuk LA Galaxy.


Babak kedua dimulai, Rahmad Darmawan belum banyak melakukan perubahan pemain, hanya kiper Kurnia Meiga yang masuk menggantikan peran Andritany. Tim Indonesia Selection tetap gencar melakukan serangan untuk menyamakan kedudukan. Andik Vermansyah yang memiliki kecepatan berlari yang tinggi sempat merepotkan pertahanan tim tamu. Beckham sendiri tampak agak kewalahan dan mau tak mau harus “menjatuhkan” Andik agar tidak sempat menerobos pertahanan LA Galaxy. Sementara Greg Nwakolo beberapa kali melakukan percobaan untuk menerobos pertahanan lawan, namun kokohnya pertahanan tim LA Galaxy membuat gawang yang kini dikawal Brian Perk, tetap aman.


Hingga akhirnya Okto Maniani, Mahadirga Lasut, M. Ilham, dan Bambang Pamungkas diturunkan untuk menambah daya gedor serangan tim Indonesia. Masuknya tenaga baru membuat serangan tim Indonesia hidup kembali. Bambang Pamungkas sempat menciptakan peluang lewat tendangan bebasnya, namun bola masih melebar di sisi kiri gawang. David Beckham yang dikenal dengan banana kick-nya tak mau kalah, di menit ke 75 sebuah tendangan bebas melengkung hampir menjebol gawang Kurnia Meiga andai bola tak melebar ke atas mistar gawang. Sampai akhir pertandingan, skor 1-0 masih tetap menjadi milik LA Galaxy.


Meski kalah, tim Indonesia Selection telah bermain secara optimal, perbedaan kelas kedua tim memang harus diakui sebagai faktor kekalahan tim Indonesia Selection. Namun, perlawanan Bambang Pamungkas dkk harus tetap diapresiasi, meskipun banyak pengamat mengatakan bahwa permainan Beckham dkk tidak terlalu istimewa.


Di akhir pertandingan Okto Maniani, Bambang Pamungkas, dan beberapa pemain lainnya tampak berebut ingin bertukar kaos dengan David Beckham, namun Beckham menolaknya karena ia telah memilih Andik. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Beckham mengaku merasa bersalah telah “menjatuhkan” Andik, dan sangat mengapresiasi permainan cepat yang ditampilkan pemain Persebaya itu, dan inilah mungkin yang menjadi pertimbangannya unntuk bertukar kaos dengan Andik Vermansyah.

0 komentar:

Posting Komentar

Komentari walau dengan sedikit kata. Jika ingin menambahkan icon smiley, ketik karakter seperti yang tertera di samping kanan icon yang mewakili perasaan anda.

Artikel Popular

Arsip

detikcom

Peringkat Alexa