Jumat, 30 Desember 2011

Asal Mula Penetapan Tarikh Kalender Masehi (3)


Untuk mengabadikan namanya, Kaisar Augustus, yang memerintah setelah Julius Caesar, mengubah nama bulan ke-6 Sextilis menjadi Augustus. Perubahan itu diikuti dengan menambah umur bulan Augustus menjadi 31 hari, karena sebelumnya bulan Sextilis umurnya 30 hari saja, penambahan satu hari itu diambilkan dari bulan Februari, karena itulah bulan Februari umurnya hanya 28 hari atau 29 hari pada tahun kabisat.

Sementara waktu berjalan terus dan tarikh Julian yang sudah tampak sempurna itu, lama-lama memperlihatkan kemelesetan juga. Jika pada zaman Julius Caesar jatuhnya musim semi mundur hampir 3 bulan, kini musim semi justru dirasakan maju beberapa hari dari patokan. Akhirnya kemelesetan itu dapat diketahui penyebabnya, kala revolusi bumi yang semula dianggap 365.25 hari, ternyata tepatnya 365 hari, 5 jam, 56 menit kurang beberapa detik, jadi ada kelebihan menghitung 4 menit setiap tahun yang makin lama makin banyak jumlahnya. Atas kemelesetan itu, Paus Gregious XIII pimpinan Gereja Katholik di Roma pada tahun 1582 melakukan koreksi dan mengeluarkan sebuah keputusan bulat :

1. Angka tahun pada abad pergantian, yakni angka tahun yang diakhiri 2 nol, yang tidak habis dibagi 400, misal 1700, 1800 dan sebagainya, bukan lagi sebagai tahun kabisat (catatan: jadi tahun 2000 yang habis dibagi 400 adalah tahun kabisat-red).
2. Untuk mengatasi keadaan darurat pada tahun 1582 itu diadakan pengurangan sebanyak 10 hari jatuh pada bulan Oktober, di bulan tersebut, setelah tanggal 4 Oktober langsung ke tanggal 14 Oktober pada tahun 1582 itu.
3. Sebagai pembaharu terakhir Paus Regious XIII menetapkan 1 Januari sebagai tahun baru lagi. Berarti pada perhitungan rahib Katolik, Dionisius Exoguus tergusur, tahun baru bukan lagi 25 Maret seiring dengan pengertian nabi Isa as lahir pada tanggal 25, dan permualaan musim semi pada bulan Maret.


Dengan keputusan tersebut di atas, khususnya yang menyangkut tahun kabisat, koreksi hanya akan terjadi setiap 3323 tahun, karena dalam jangka tahun 3323 tahun itu kekuarangan beberapa detik tiap tahun akan terkumpul menjadi satu hari, berarti bila tidak ada koreksi, tiap 3323 tahun jatuhnya musim semi maju satu hari dari patokan. Dalam perkembangannya, tarikh masehi dapat diterima oleh seluruh dunia untuk perhitungan dan pendokumentasian saktu secara internasional.

Kesimpulannya Tarikh  tahun Masehi yang dipakai secara internasional sekarang ini ternyata bukan perhitungan tahun Masehi secara murni. tetapi perhitungan berdasarkan Astrologi Mesopotamia yang dikembangkan oleh astronom-astronom para penyembah dewa-dewa. Maka nama-nama bulan pun memakai nama dewa dan tokoh-tokoh pencetus tarikh kalender Masehi.

Sebelumnya :
Asal Mula Penetapan Tarikh Kalender Masehi (1)
Asal Mula Penetapan Tarikh Kalender Masehi (2)

0 komentar:

Posting Komentar

Komentari walau dengan sedikit kata. Jika ingin menambahkan icon smiley, ketik karakter seperti yang tertera di samping kanan icon yang mewakili perasaan anda.

Artikel Popular

Arsip

detikcom

Peringkat Alexa