Sabtu, 13 Agustus 2011

PERSIB Bandung Kontra AC Milan: Pembantaian di Malam Minggu


Pangeran Biru mendapat kesempatan menjajal salah satu klub raksasa dunia dan dari negara raksasa sepak bola pula, AC Milan (Italia) juara kompetisi Seri A Liga Italia musim 1993/1994. Kesempatan ini merupakan salah satu bagian dari bonus PSSI untuk Persib yang telah berhasil menjuarai kompetisi Perserikatan di musim yang sama.

Seperti yang sudah diagendakan, akhir Mei 1994, rombongan Milan tiba di Jakarta. Selama lima hari di Jakarta, para pemain dan ofisial Milan menginap di Hotel Horison, Ancol. Tentu saja waktu itu belum ada kekhawatiran akan ledakan bom di Indonesia, bahkan tragedi 15 Mei 1998 pun tak sedikitpun terpikirkan di benak masyarakat Indonesia kala itu.

Di antara daftar pemain Milan yang diboyong pelatih Fabio Capello tidak terdapat nama Franco Baressi dan Paolo Maldini yang tengah berkonsentrasi membela timnas Italia di Piala Dunia 1994 di AS. Dua bintang Belanda, Ruud Gullit dan Marco Van Basten juga tidak hadir. Gullit sedang dipinjamkan ke Sampdoria, sedangkan Basten dibekap cedera. Jean Piere Papin memang ada dalam rombongan, tapi ia tidak bisa dimainkan karena kontraknya sudah habis per 31 Mei 1994 dan sudah memilih hijrah ke Bayern Munich.
Tanpa Baressi, Maldini, Basten, Gullit, dan Papin, tidak lantas kekuatan Milan dan Persib menjadi berimbang. Sebab, dalam rombongan yang datang ke Jakarta masih ada pemain-pemain ternama lainnya macam Marcel Dessailly, Zvonimir Boban, Dejan Savicevic, Gianluigi Lentini, Filippo Galli, Mauro Tassoti, Christian Panucci, Stefano Eranio, Fernando Di Napoli, Enzo Francescoli, Brian Laudrup, dan penjaga gawang Sebastiano Rossi. Di antara mereka, ada sederet nama pemain muda yang tengah dimatangkan Capello macam Paolo Baldieri, Christian Antigori, dan Stefano Desideri.

Hari itu, Sabtu, tanggal 4 Juni 1994, Stadion Utama Senayan (sekarang Gelora Bung Karno-red) Jakarta menjadi kenangan tak terlupakan bagi skuad Persib. Sebelas pemain Milan masuk ke lapangan dengan penuh kepercayaan diri. Di sisi lain, para pemain Persib harus sudah berjuang melawan krisis percaya diri, terutama melihat postur besar Lentini dan kawan-kawan. Pemain Persib yang diturunkan pelatih Indra M. Thohir dalam pertandingan itu adalah Aries Rinaldi (kiper), Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Mulyana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara, Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso.

Milan hanya memberikan angin di 15 menit pertama dengan bermain santai. Setelah itu, Dejan Savicevic unjuk gigi dengan mencetak dua gol cepat pada menit 17' dan 18'. Delapan menit berselang, giliran Lentini yang menjebol gawang Aries Rinaldi untuk ketiga kalinya. Satu menit kemudian, Baldieri mengakhiri “penderitaan” Persib di babak pertama.

Sudah unggul empat gol di babak pertama, tidak membuat para pemain Milan puas. Apalagi, yang tampil di babak kedua kebanyakan pemain muda yang masih dalam tahap pemantauan Capello. Baldieri memastikan mencetak hattrick berkat dua gol tambahannya pada menit 48' dan 58'. Dua gol tambahan Milan yang menggenapkan kemenangan menjadi 8-0 dilengkapi Christian Antigori menit ke-68' dan Stefano Desideri menit ke-78'.

Demikianlah kisah nyata pembantaian sang Maung oleh Rossoneri di malam minggu, ya saya ingat waktu itu malam minggu, karena saya masih berusia 17 tahun dan sedang ada acara malam mingguan sambil nonton bareng tentunya, meskipun acara semacam itu belum semeriah sekarang.




0 komentar:

Posting Komentar

Komentari walau dengan sedikit kata. Jika ingin menambahkan icon smiley, ketik karakter seperti yang tertera di samping kanan icon yang mewakili perasaan anda.

Artikel Popular

Arsip

detikcom

Peringkat Alexa